MAKALAH
PENGARUH POSITIF OLAHRAGA RENANG TERHADAP PENYAKIT
ASMA
DISUSUN
OLEH:
ANISA
SYAFIRA ASTUTI
19021264020
DKV
2019 A
JURUSAN DESAIN
FAKULTAS BAHASA
DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI
SURABAYA
2019/2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang pengaruh
positif olahraga renang terhadap penyakit asma
Makalah ini telah kami
susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai sumber sehingga
dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima
segala saran dan kritik agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap
semoga makalah ilmiah ini dapat memberikan manfaat terhadap pembaca
Surabaya, 11 Februari 2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asma
adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang
ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak
atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami
gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh
semua golongan usia, baik muda atau tua.
Berdasarkan
data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014, asma menjadi penyebab kematian
terbesar ke-13 di indonesia. Scara global, indonesia menempati peringkat ke-20
sebagainegara dengan tingkat kematian akibat asma terbanyak.Sementara itu,
berdasarkan data riset Kesehatan Dasar kementerian kesehatan, satu dari 22
orang di indonesia menderita asma.
Renang adalah olahraga
yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang
diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada.
Berenang memiliki banyak sekali manfaat, terutama bagi kesehatan tubuh.
Berenang secara teratur dapat melatih otot-otot tubuh, terutama bagian dada,
perut, lengan, bokong, dan paha. Berenang juga dapat melatih dan mengatur
pernafasan secara efisien.
Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa
penderita penyakit asma tidak boleh banyak bergerak dan berolah raga terlalu
capek. Meskipun memang belum ditemukan obat yang bisa benar-benar
menyembuhkannya, namun olahraga renang bisa dijadikan alternative terapi bagi
penderita asma. Olahraga renang secara teratur dapat mengurangi frekuensi
kambuhnya asma dan mengurangi resiko terkena asma.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengaruh olahraga renang terhadap kesembuhan penyakit asma ?
2.
Bagaimana kinerja olahraga renang menyembuhkan atau meringankan asma ?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Salah satu Tugas mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Kebugaran MKWI
2.
Agar mengetahui salah satu manfaat olahraga renang
3.
Agar mengetahui alternatif penyembuhan penyakit asma lewat olahraga renang
D.
Manfaat Penulisan
1.
Menambah wawasan dan pengetahuan
2. Untuk melatih diri
agar terampil dalam menulis
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengaruh
olahraga renang terhadap kesembuhan penyakit asma
Olahraga renang secara
teratur dapat mengurangi frekuensi kambuhnya asma dan mengurangi resiko terkena
asma.
Berenang memiliki banyak
sekali manfaat, terutama bagi kesehatan tubuh. Berenang secara teratur dapat
melatih otot-otot tubuh, terutama bagian dada, perut, lengan, bokong, dan paha.
Berenang juga dapat melatih dan mengatur pernafasan secara efisien, memiliki
pernafasan yang sehat sangatlah diidamkan semua orang.
Olahraga renang secara
teratur dapat mengurangi frekuensi kambuhnya asma dan mengurangi resiko terkena
asma. Akan tetapi penderita asma yang dapat disembuhkan dengan terapi ini
adalah penderita yang tidak pernah atau jarang mengalami serangan asma harian
dengan batas duakali dalam seminggu, dan tidak terlalu sering atau
ketergantungan dengan obat pereda asma.
Beberapa pengaruh yang
bermanfaat diantaranya:
1.
Berenang dapat membantu mengembalikan
fungsi organ jantung dan paru ke tahap normal.
2.
Berenang dapat membantu mengurangi tingkat
keparahan gejala asma.
3.
Berenang dapat mengurangi frekuensi
serangan asma.
4.
Berenang dapat membantu tubuh penderita
asma untuk melakukan aktivitas fisik yang lebih berat.
Namun, untuk mendapatkan
manfaat tersebut, penderita asma dianjurkan untuk menghindari kolam renang yang
memiliki kandungan klorin tinggi. Sebab, klorin atau kaporit yang digunakan
untuk menjernihkan air dapat menyebabkan penyempitan paru-paru, yang
ujung-ujungnya turut memicu terjadinya serangan asma.
B. Bagaimana
kinerja olahraga renang menyembuhkan atau meringankan asma
Pertama, renang adalah
olah raga yang melatih seluruh otot pernapasan. Mulai dari dada, perut, bahu
dan pundak semuanya ikut bergerak sehingga bisa memperbaiki kondisi pada
penderita asma.
Kedua, sebagian besar serangan
asma dipicu oleh udara kering. Hal ini tidak terjadi saat berenang, karena
pernapasan terjadi di dekat permukaan air. Uap membuat udara yang masuk tidak
kering.
Ketiga, beberapa
penderita asma merasa rendah diri karena aktivitas fisiknya terbatas. Berenang
bisa membangkitkan percaya diri serta semangat hidup, dan secara psikologis
akan mengurangi risiko serangan.
Perlu diketahui juga, ada
rambu-rambu yang harus diperhatikan saat berenang agar jenis olahraga ini
memberikan manfaat yang optimal bagi penderita asma, yaitu
Pilihlah kolam renang
indoor untuk memastikan kualitas udara di daerah kolam renang baik. Jika harus
menggunakan kolam renang outdoor, hindari kolam renang yang lokasinya di tepi
jalan besar.
Hindari air kolam renang
yang dingin. Sebisa mungkin, carilah kolam renang dengan air hangat. Uap air
hangat dapat membantu melebarkan saluran napas, sehingga pernapasan penderita
asma bisa lebih lega.
Pilihlah kolam renang
yang memiliki pengawas kolam renang (life guard). Jika tidak ada fasilitas
tersebut, hindari berenang sendirian. Ajaklah keluarga atau rekan untuk
menemani atau mengawasi Anda saat berenang. Sehingga, jika terjadi serangan
asma saat berenang, ada orang yang akan sigap menolong.
Sebelum berenang, cari
tahu informasi kadar klorin di kolam renang yang akan Anda gunakan. Hindari
kolam renang dengan kadar klorin yang tinggi.
Lakukan pemanasan dengan
meregangkan otot-otot tubuh, lengan, dan tungkai, setidaknya selama 10-15 menit
sebelum berenang.6. Konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan perlunya
menghirup atau meminum obat asma sesaat sebelum berenang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Renang adalah olahraga
yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Berenang memiliki banyak
sekali manfaat, terutama bagi kesehatan tubuh. Berenang secara teratur dapat
melatih otot-otot tubuh. Berenang juga dapat melatih dan mengatur pernafasan
secara efisien.
Olahraga renang secara
teratur dapat mengurangi frekuensi kambuhnya asma dan mengurangi resiko terkena
asma, akan tetapi penderita asma yang dapat disembuhkan dengan terapi ini
adalah penderita yang tidak pernah atau jarang mengalami serangan asma harian
dengan batas duakali dalam seminggu, dan tidak terlalu sering atau
ketergantungan dengan obat pereda asma.
B. Saran
Dengan disusunnya makalah
ini mengharapkan kepada pembaca agar
dapat menelaah dan memahami apa yang telah tertulis dalam makalah ini sehingga
sedikit banyak bisa menambah wawasan mengenai olahraga dan asma. Disamping itu
saya juga mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca sehinga bisa
berorientasi lebih baik pada makalah saya selanjutnya.

Comments
Post a Comment